Wednesday, June 26, 2019

Tebing Banyu Mulok dan Pantai Coro



Banyu Mulok jika diartikan ke bahasa Indonesia berarti Air yang Naik, diberi nama begitu karena pantai ini berhadapan langsung dengan samudera hindia sehingga ombaknya sangat besar sehingga ketika ombaknya menghantam tebing maka air lautnya akan naik ke atas. ( sumber : pesona Indonesia )


Saya dan teman-teman berkunjung di Tulungangung, kami menginap di desa Mojo ( rumah saudara ) karena agak susah mencari penginapan yang cukup dekat dengan pantai. Jarak tempuh dari Surabaya ke Tulungagung dengan motor dan bermodal GPS yang sempet nyasar-nyasar sedikit membutuhkan waktu -+ 7jam ( normalnya 4/5jam ). 

Jarak desa mojo dan tebing banyu mulok tidak terlalu jauh, ditembuh dengan motor hanya -+ 30 Menit. Dengan jalan yang menurut kami tidak terlalu susah ( karena sudah beraspal dan tidak terlalu menanjak tajam ) kami sempat pesimis tempat yang kami kunjungi tidak sekeren apa yang tertulis di artikel "Pesona Indonesia" atau sosmed-sosmed yang bertebaran. 

Jarak tempuh yang tidak terlalu jauh, tidak banyak tanjakan dan tikungan tajam, bahkan di sekitar area Tebing nanti ada 2 wisata yang kami kunjungi sekaligus. Wah harapan untuk melihat keindahan yang istimewa sedikit berkurang. 

Tiba di area parkir sempat dibuat bingung karena areanya tidak tertata rapi dan akhirnya kami menemukan area parkir di tempat wisata pertama yaitu "Reco Sewu". 

reco sewu

Tidak banyak dokumentasi di area itu karena pada saat itu kami buru-buru ingin sampai di Tebing Banyu Mulok. Begitu keluar dari area Reco Sewu kami disuguhkan jalan terjar dan terkadang amat curam ke arah Pantai Coro. Sungguh diluar dugaan, harus extra hati-hati karena jalur yang kami lewati ini tanah, pasir dan bebatuan. Setelah menempuh -+ 30menit dari Reco Sewu kami sampai di "Pantai Coro"



Pantai Coro ( Pagi )

Pantai Coro ( Sedikit Siang )


Pantai Coro dari tebing Banyu Mulok

Begitu memasuki area pantai, masih agak sepi pengunjung karena masih pagi, dan kami bisa berfoto puas. Sejenak rasa lelah perjalanan terjal hilang karena pemandangan yang luar biasa indah ini. Ada beberapa pengunjung lain yang sudah hadir dan menggelar tikar di pinggir pantai, ada pula beberapa warung bagi yang tidak membawa bekal seperti kami bisa memuaskan lapar dan dahaga lepas perjalanan tadi. Setelah puas menikmati pantai coro kami lanjut naik ke Tebing Banyu Mulok.

Tebing Banyu Mulok berada di sebelah kanan Pantai Coro. Jarak antara Banyu Mulok dengan Pantai Coro tidak terlalu jauh, kami tempuh dengan berjalan kaki lagi membutuhkan waktu -+ 30 menit, tergantung kecepatan jalan. Kita harus memutari pantai terlebih dahulu lalu menaiki bukit yang lumayan tinggi, terjal dan sedikit menegangkan karena dibeberapa sudut bersentuhan langsung dengan jurang. 


Tebing Banyu Mulok


Pemandangan di Tebing Banyu Mulok ini sangat istimewa, disini kita semua dapat melihat luasnya laut dan pebukitan. Selain itu, jika beruntung kita akan melihat pelangi serta ombak yang naik hingga ke atas tebing. Hamparan padang rumput yang hijau akan menambah keindahan tempat wisata ini. Foto kalian akan lebih keren dengan background luasnya laut yang dipadu dengan hamparan padang rumput.
Sayangnya kami tidak mendapati pelangi cantik disana waktu itu. Foto ini saya ambil dari Pesona Indonesia ^.^ 

Pelangi di banyu mulok


Menurut penduduk sekitar, waktu terbaik untuk mengunjungi wisata ini adalah di siang hari menjelang sore hari karena disaat itu ombak disana sedang besar-besarnya sehingga kita bisa melihat pemandangan ombak yang naik ke atas. Bahkan anda bisa disuguhkan pelangi nan cantik diatas sana. Namun kekurangannya adalah panas dari terik matahari yang begitu panas dan dapat membuat kulit kita menghitam.

Jika kalian datang di pagi hari saat itu kalian dapat melihat sunrise disini dan pengunjungnya pun masih sepi. Tapi jalannya sedikit terjal jadi harus berhati-hati ya.

Sedikit informasi perjalanan kami kali ini, next saya share lagi pengalaman perjalanan lainya. Dan Seharusnya tempat ini sudah lebih keren sekarang karena perjalanan saya ini 4 tahun yang lalu ^.^

Galeri Foto Tebing Banyu Mulok  ^.^

salah satu spot foto favorit Tebing Banyu Mulok

ini masih di Tebing Banyu Mulok


Banyu Mulok dan Padang Rumputnya


sudut terkeren di Tebing Banyu Mulok


Happy Holiday - Perjalanan Agustus 2015

Thursday, August 3, 2017

Air Terjun Madakaripura


Sumber by : www.google.co.uk/imgres?

Air terjun Madakaripura adalah sebuah air terjun yang terletak di Dusun Branggah, Desa Negororejo,Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Air terjun ini adalah salah satu air terjun di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Air terjun setinggi 200 meter ini merupakan air terjun tertinggi di Pulau Jawa dan tertinggi kedua di Indonesia. Air terjun Madakaripura berbentuk ceruk yang dikelilingi bukit-bukit yang meneteskan air pada seluruh bidang tebingnya seperti layaknya sedang hujan, 3 di antaranya bahkan mengucur deras membentuk air terjun lagi.
( sumber : Wikipedia )

Air Terjun Madakaripura


Mitosnya :
Nama Madakripura,  terkait sangat erat dengan sejarah panjang Kerajaan Majapahit di masa kejayaannya, Hayam Wuruk dan Gajah Mada berhasil menyatukan bumi Nusantara yang membentang dari Wanin hingga Madagaskar. Gajah Mada yang lihai dalam strategi, diplomasi, dan perang, berhasil meruntuhkan kepercayaan raja-raja Nusantara di masa itu, sehingga mereka mau berucap janji setia dalam naungan Surya Majapahit. Seperti apa sepak terjang Gajah Mada dalam menyatukan Nusantara memang masih menjadi sebuah misteri karena bigitu sedikitnya literatur dan sumber yang membahas mengenai hal tersebut.

Patung Gajah Mada
Madakaripura sendiri  berarti “tempat  tinggal terakhir” Pengunaan nama ini diambil dari kepercayaan masyarakat sekitar yang mengatakan, disinilah Gajah Mada melewati masa akhir hidupnya. Beberapa sumber dan literatur mengatakan bahwa setelah peristiwa Perang Bubat dimana seluruh rombongan dari kerajaan Sunda Galuh terbantai  Gajah  Mada di copot dari jabatanya sebagai mahapatih di Majapahit. Tragedi Perang Bubat telah melukai begitu banyak pihak dan berdampak sangat luas. Prabu Hayam Wuruk terluka karena cintanya yang sedang mekar tiba-tiba dihadapkan pada maut. Keluarga Raja Majapahit terluka karena akar sejarahnya yang begitu dekat dengan Sunda Galuh mendadak dipangkas dengan paksa. Sunda Galuh adalah pihak yang paling terluka, bukan saja karena harga diri yang dilecehkan tanpa ampun, melainkan juga karena semangat perdamaian, harapan, dan kepercayaan mereka terhadap Majapahit dinodai hingga titik paling hitam.
Bagaimana dengan Gajah Mada? Gajah Mada ditempatkan sebagai pihak paling bersalah atas tragedi itu. Ia dihujat, dicaci, dan dicela. Namun, sesungguhnya sang legendaris ini juga merasa terluka. Ia terluka karena merasa kerja kerasnya selama dua puluhan tahun lebih pada akhirnya tak ada harganya sama sekali. Segala pengorbanan yang ia berikan untuk dapat menyatukan seluruh wilayah Nusantara di bawah panji-panji Majapahit justru gagal di langkah terakhir.
Namun, tak peduli betapapun kecewa Gajah Mada mendapati kenyataan cita-citanya tak terwujud secara sempurna, ia tetap bersalah telah menyebabkan ratusan orang terbantai. Ia bersalah telah mengubah lengkung janur kuning menjadi ratap perkabungan. Gajah Mada pun harus menerima hukumannya. la dihempaskan dari dhamparkepatihan dan harus melewati hari tua di Madakaripura, sebuah tempat terpencil dan jauh dari segala ingar-bingar urusan duniawi. Ia menenggelamkan diri dalam kesunyian dan terus berdoa pada Sang Pencipa, sampai akhirnya, ia meninggal dunia dalam kesunyian yang tiada tara. Disaksikan butiran-butiran abadi air terjun yang memantulkan cahaya matahari dan menciptakan pelangi, tangga warna dari Nirwana. Air yang turun deras dan memantulkan bianglala ini kemudian dikenal sebagai air suci ‘Tirta Sewana’. Air ini, dipercaya memiliki kelebihan luar biasa sehingga bisa menyembuhan orang sakit dan bisa membuat kita awet muda. ( sumber : gateofjava.wordpress.com )



Kali ini saya menceritakan perjalanan saya dan teman-teman ke Air Terjun Madakaripura dari Surabaya berbekal daya ingat jalan ke arah Gunung Bromo dan GPS. Sebelumnya salah satu dari rombongan saya yang  pernah ke Madakaripura jadi tidak perlu berputar-putar ( baca: nyasar ) untuk sampai di Lokasi.
Yang harus saya bagi disini ialah, perjalanan dari Pertigaan Tongas.  Perjalanan dari Tongas ke Madakaripura penuh dengan pemandangan bagus dan juga jalan yang tidak cukup nyaman. Tapi semua itu terbayar jika sudah sampai di pintu gerbang Madakaripura.

Dengan harga tiket masuk wisata Air Terjun Madakaripura sekitar Rp. 11.000/orang yang dikenakan oleh pihak Perhutani sebesar Rp. 6000/orang serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Probolinggo sebesar Rp. 5000/orang. Dari pintu gerbang ke arah Air Terjun masih agak jauh, kami harus melewati warung tenda yang merangkap sebagai lahan parkir dan tempat penitipan tas dan lainnya berjajar disisi kiri dan kanan jalan yang kami lalui. Di warung tenda tersebut juga menyediakan jas hujan plastik serta sendal jepit bagi wisatawan yang tidak membawa sendal. Kebetulan kami sudah prepare lengkap dari rumah jadi tidak perlu membeli lagi karena harga yang ditawarkan disana lumayan mahal.

Dari warung tenda kami mulai berjalan kaki di jalan setapak yang luar biasa memanjakan mata dengan pemandangan pohon-pohon besar serta udara yang segar dan melewati sungai-sungai, tapi tidak memanjakan kaki.
sisi kanan tebing dan sisi kiri sungai lengkap dengan bebatuannya




pemandangan di perjalanan menuju Air Terjun Madakaripura

jalan setapak di Air Terjun Madakaripura


kami sarankan anda menggunakan sendal gunung karena menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam anda akan merasakan dinginnya sekitar dan rintikan air seperti gerimis. Berhati-hatilah saat melintasi jalan setapak itu, terutama disaat basah.

jembatan menuju Air Terjun Madakaripura, keluar dari jembatan ini jalanya sedikit terjal dan tanah liat serta bebatuan alami.

Ditengah perjalan kami itu ( tepatnya setelah jembatan diatas )  beberapa orang menawarkan jasa guide lokal untuk memandu sampai di Air Terjun Utama. Kebijakan masing-masing dari wisatawan memakai jasanya atau tidak. Dan kebetulan kami memakai jasa itu untuk alasan keamanan dan membantu mengambil foto rombongan. Mereka tidak mematok harga untuk jasa yang mereka berikan. Untuk mencapai air terjun utama kami masih harus berjalan lebih jauh sedikit dan menaiki tebing yang cukup licin dan melingkar. Dan disana semua pengorbanan perjalanan akan terasa sirna dengan segala macam keindahan di depan mata.

Air Terjun Madakaripura di siang hari


Untuk waktu terbaik, kami sarankan sampai di lokasi ini ketika pagi hari. karena selain cuaca yang masih sejuk dan masih sepi pengunjung ( jadi bisa berfoto sepuasnya ), anda juga mempunyai waktu yang panjang untuk di lokasi air terjun. Dan sebisa mungkin jangan datang di saat musim hujan, karena air terjun utama ini terdapat aliran sungai yang dapat sewaktu-waktu berubah volume debit airnya. Bila hujan atau air sedang pasang, maka petugas akan menginformasikan untuk mengevakuasi para wisatawan di kawasan atau lokasi air terjun utama untuk meminimalisir bahaya yang tidak diinginkan. Besar kemungkinan untuk menutup lokasi air terjun utama pada saat debit air meningkat.

Pagi hari di Air Terjun Madakaripura

#note: pada saat anda meninggalkan barang-barang di warung tenda, harap jangan meninggalkan barang berharga. Karena tidak menutup kemungkinan bila barang-barang2 tersebut aman. 

Sunday, October 30, 2016

Pesona Kawah Ijen dan Fenomena Api Biru




Kawah Ijen adalah sebuah danau kawah yang bersifat asam yang berada di puncak Gunung Ijen. Gunung Ijen sendiri ialah gunung berapi aktif yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso. Gunung ini memilik ketinggialn 2.443 mbpl dan terletak berdampingan dengan Gunung Merapi. 


Di kawasan gunung berapi ini terdapat pertambangan belerang, dimana mengindikasikan gunung ini masih aktif dan beraktifitas. Saat berada di kawasan kawah Ijen, pengunjung bisa menyaksikan para penambang yang sibuk membawa tumpukan belerang di punggung mereka, menyusuri jalan yang curam dan dipenuhi oleh gas beracun yang berbahaya.

Kawah Ijen merupakan wisata pegunungan yang terkenal dikalangan wisatawan domestik maupun luar negeri karena adanya fenomena alam "Api Biru" yang alami. Dan bagi mereka yang suka akan petualangan, untuk mencapai Gunung Ijen bisa di akses dari dua arah yaitu, dari utara dan dari selatan.


Dari utara, bisa di tempuh melalui Situbondo menuju Sempol (Bondowoso) lewat Wonosari dan dilajutkan ke Paltuding. Jaral Situbondo ke Paltuding sekitar 93 Km dan dapat ditemput sekitar 2,5 jam. Dari arah selatan, bisa dilalui dari Banyuwangi menuju Licin yang berjarak 15 Km. Dari Licin menuju Paltuding berjarak 18 Km dan diteruskan menggunakan Jeep atau mobil berat lainnya sekitar 6 Km sebelum ke Paltuding. Ini dikarenakan jalan yang berkelok dan menanjak.

Saya dan teman-teman pernah mencoba melalui jalur selatan, perjalanan kami dari Surabaya naik kereta api dan tiba di Banyuwangi,


setelah tiba di Banyuwangi kemudian naik kendaraan umum ( baca : angkot ) menuju kecamatan licin dengan jarak tempuh sejauh 15 km. Dari kecamatan licin kemudian menuju pos paltuding dengan jarak tempuh sekitar 18 km. Nah, dari Licin ke Paltuding ini jalannya tanjakan dan tikungan-tikungan tajam, lebih disarankan menumpang di "Truk Pengangkut Belerang" kalo pengalaman saya waktu itu truknya sedang tidak beroperasi karena libur panjang. Jadi saya dan teman-teman terpaksa menyewa PickUp karena Jeep terlalu mahal heheh.

Tapi pemandangan yang disuguhkan sungguh mempesona.  Tiba di paltuding berarti Anda sudah sampai ke lokasi dimulainya pendakian menuju puncak gunung ijen. Kemudian dari Paltuding menuju puncak Kawah Gunung Ijen harus mendaki sejauh 3 Km.
ini foto waktu pagi. jalan ini masih landai kalo yang nanjak boro2 mau foto nafas aja ngosngosan hehe

Dibutuhkan waktu 2,5 jam perjalanan dari Pos ke Kawah Ijen, dan keadaan jalan yang licin dan berbahaya. Saya dan teman-teman memakan waktu 3 jam karena saya suka mendadak berhenti karena jalannya menanjak. Waktu yang disarankan untuk berkunjung ke Kawah Ijen adalah sekitar April – Oktober, karena dalam waktu-waktu ini merupakan musim kemarau dan jalanan di sekitar lokasi tidak licin dan lebih aman. Tapi kalau kesana bertepatan dengan libur panjang siap-siap saja menikmati ramainya pengungjung.




Happy Holiday - perjalanan Mei 2015 

Wednesday, August 27, 2014

Wisata Kuliner Makanan Khas Surabaya



5 Makanan Khas Jawa Timur yang bisa anda nikmatidi SURABAYA


5 Makanan Khas Jawa Timur yang bisa anda nikmatidi SURABAYA


kuliner memang enggak ada habisnya dimana aja kapan aja pasti kalo menu baru pasti cobaiin, gk heran kalo saya jadi gendut makan buat saya bukan cuma rasa dan harga aja yang diliat tapi juga tempat dan kebersihan si penjual, salah beli makanan pun bakal nguras duit banyak (sakit perut) memang sih lebih enak kalo kita bikin sendiri, tapi menurut saya kalo langsung bikin itu rasanya kurang sreg, apalagi masakan yang resepnya nyontek2 di internet ato majalah2 tertentu...lebih seneng kalo bisa ngincip langsung dan bikin sendiri lagi dirumah... tentunya dengan resep yang mengarang indah (contek sana contek sini) yang penting hasilnya paling enggak bisa ngalahin apa yang udah kita rasain...


beberapa tempat memang rata2 memanjakan mata dan lidah...tapi setelah liat2 beberapa testinya temen2 di beberapa sosmed, ternyata banyak juga yang suka review tempat makan dan rasa makanannya, di postingan ini saya review testinya temen2 tapi yang paling dominan testi saya tentang 5 makanan yang menurut saya khas banget di Jawa Timur.


1. Lontong Balap








Lontong balap, salah satu menu favorit yang sekarang jarang banget ada yang jualan keliling kampung2. Lontong Balap ini salah satu makanan khas Jawa Timur, tantunya surabaya, biasanya bisa ditemui berkeliling kompleks rumah kita, tapi sayang banget sekarang udah sedikit yang jualan keliling. ini ada beberapa tempat yang recomended menurut beberapa teman (termasuk saya) :


- Lontong Balap Gubeng (Lontong Balap Pak Tjip) Surabaya.


- Lontong Balap Jalan Rajawali Surabaya, yang berlokasi di depan SPBU dan berdiri sejak 1956.






2. Kupang Lontong








Kupang Lontong ato Lontong Kupang salah satu menu khas Jawa Timuran yang masih bisa ditemui di Surabaya, meskipun paling enak kalo kita nikmati di daerah Sidoarjo. Kalo di Surabaya makanan ini bisa di temukan di daerah Pantai Kenjeran. Harga relatif murah, rasa lumayan, dan viewnya pantai dengan angin sepoi sepoi minumnya es degan mantap






3. Nasi Pecel








Nasi Pecel ini salah satu menu yang punya banyak versi, ada pecel pincuk, ada pecel madiun, ada pecel ponorogo ada pecel tumpang (khas Kediri) masing masing punya ciri khas masing2 kalo saya sih karna suka makanan yang pedas2 maka pilihan saya jatuh pada Nasi Pecel Pincuk (ala Surabaya) dan Nasi Pecel Tumpang (khas Kediri). banyak tempat makan yang menyediakan menu ini, tapi pilihanku jatuh sama pecel ala chef Surini (ibu saya) soal rasa bisa request, soal harga saya dapet gratis dan di jamin lebih higienis karna dimasak sendiri dan untuk konsumsi sendiri


temen2 saya kasih recomended di :


- Pecel Pincuk Suraboyo, yang berlokasi di jalan Jemursari Surabaya.


- Pecel Pincuk madiun, yang berlokasi di Jalan Taruna no 32 Wage, Sidoarjo


- Pecel Ponorogo H. Buyatin, yang berlokasi di Jalan Ketabang Kali Surabaya.






4. Soto Madura








Soto Madura makan berkuah yang cocok di santap pas udara dingin atau musim hujan, tapi ajaibnya saya suka makan ini kapan aja mau cuaca mendung, panas terik matahari menyengat, gerimis, hujan deras apapun cuacanya saya pribadi suka banget sama makanan berkuah ini... Ibu saya suka bikinin ini untuk saya dan acara2 spesial yang diadakan dirumah, kalo kita beli biasanya kuahnya itu berlemak banget sampe nempel di langit-langit mulut, tapi kalo kita bikin sendiri bisa kita pilih daging2 yang akan di pakai yang tentunya lebih sehat...


meski suka bikin dirumah tapi saya juga masih suka nyicipin Soto Madura di beberapa tempat makan, mulai dari kaki lima sampe depot (baru sebatas depot belum bintang 5) lain kali cobain yang bintang 5 .. next trip ;) beberapa tempat yang pernah saya incip-incip dan saya ingat tempatnya :


- Soto Daging Bengawan, Jl. Juana Surabaya


- Soto Daging, Jl.Putro Agung Surabaya






5. Rujak Cingur








Rujak Cingur merupakan salah satu makanan khas Jawa Timuran, bisa disebut salad dengan saus petis (versi saya loh) isinya beraneka ragam sayuran, buah dan ada hidung sapi (cingur) tentunya. menu yang paling di minati di untuk para wisatawan yang berkunjung di Surabaya, harga makanan ini bervariasi, dimulai dari harga Rp. 8.000 - Rp. 50.000 . Saya sendiri sih gk bisa terlalu suka karna warnanya yang cenderung gelap dan becek tapi keluarga saya suka sekali makanan ini, jadi pas lagi kumpul pasti ada menu ini entah dari mana mereka (rujak) dibawa. yang saya pajang itu penampakan ruja yang dibawa sama kakak saya dari wiyung, tepatnya saya gk terlalu paham, bukan saya yang berangkat rasanya lumayan bikin perut saya mules2 karna pake cabe 11 biji jadi gk terlalu menikmati rasanya karna terlalu pekat pedas dimulut.


Recomended dari temen :


- Rujak Cingur Mayjen Sungkono, yang berlokasi di Jalan May Jen Sungkono.


- Rujak Cingur Dukuh Pakis, sebelah islamic center.


itu cuma beberapa tempat aja yang bisa saya bahas, karna masih banyak tempat lagi yang belum bisa saya kunjungi di surabaya tentunya (padahal asli surabaya dan tinggal disurabaya) ... karna tempat kuliner disurabaya itu memang gk ada abisnya . semoga aja postingan saya sedikit membantu buat temen - temen yang lagi cari - cari kuliner khas Surabaya


c u next time