Thursday, August 3, 2017

Air Terjun Madakaripura


Sumber by : www.google.co.uk/imgres?

Air terjun Madakaripura adalah sebuah air terjun yang terletak di Dusun Branggah, Desa Negororejo,Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Air terjun ini adalah salah satu air terjun di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Air terjun setinggi 200 meter ini merupakan air terjun tertinggi di Pulau Jawa dan tertinggi kedua di Indonesia. Air terjun Madakaripura berbentuk ceruk yang dikelilingi bukit-bukit yang meneteskan air pada seluruh bidang tebingnya seperti layaknya sedang hujan, 3 di antaranya bahkan mengucur deras membentuk air terjun lagi.
( sumber : Wikipedia )

Air Terjun Madakaripura


Mitosnya :
Nama Madakripura,  terkait sangat erat dengan sejarah panjang Kerajaan Majapahit di masa kejayaannya, Hayam Wuruk dan Gajah Mada berhasil menyatukan bumi Nusantara yang membentang dari Wanin hingga Madagaskar. Gajah Mada yang lihai dalam strategi, diplomasi, dan perang, berhasil meruntuhkan kepercayaan raja-raja Nusantara di masa itu, sehingga mereka mau berucap janji setia dalam naungan Surya Majapahit. Seperti apa sepak terjang Gajah Mada dalam menyatukan Nusantara memang masih menjadi sebuah misteri karena bigitu sedikitnya literatur dan sumber yang membahas mengenai hal tersebut.

Patung Gajah Mada
Madakaripura sendiri  berarti “tempat  tinggal terakhir” Pengunaan nama ini diambil dari kepercayaan masyarakat sekitar yang mengatakan, disinilah Gajah Mada melewati masa akhir hidupnya. Beberapa sumber dan literatur mengatakan bahwa setelah peristiwa Perang Bubat dimana seluruh rombongan dari kerajaan Sunda Galuh terbantai  Gajah  Mada di copot dari jabatanya sebagai mahapatih di Majapahit. Tragedi Perang Bubat telah melukai begitu banyak pihak dan berdampak sangat luas. Prabu Hayam Wuruk terluka karena cintanya yang sedang mekar tiba-tiba dihadapkan pada maut. Keluarga Raja Majapahit terluka karena akar sejarahnya yang begitu dekat dengan Sunda Galuh mendadak dipangkas dengan paksa. Sunda Galuh adalah pihak yang paling terluka, bukan saja karena harga diri yang dilecehkan tanpa ampun, melainkan juga karena semangat perdamaian, harapan, dan kepercayaan mereka terhadap Majapahit dinodai hingga titik paling hitam.
Bagaimana dengan Gajah Mada? Gajah Mada ditempatkan sebagai pihak paling bersalah atas tragedi itu. Ia dihujat, dicaci, dan dicela. Namun, sesungguhnya sang legendaris ini juga merasa terluka. Ia terluka karena merasa kerja kerasnya selama dua puluhan tahun lebih pada akhirnya tak ada harganya sama sekali. Segala pengorbanan yang ia berikan untuk dapat menyatukan seluruh wilayah Nusantara di bawah panji-panji Majapahit justru gagal di langkah terakhir.
Namun, tak peduli betapapun kecewa Gajah Mada mendapati kenyataan cita-citanya tak terwujud secara sempurna, ia tetap bersalah telah menyebabkan ratusan orang terbantai. Ia bersalah telah mengubah lengkung janur kuning menjadi ratap perkabungan. Gajah Mada pun harus menerima hukumannya. la dihempaskan dari dhamparkepatihan dan harus melewati hari tua di Madakaripura, sebuah tempat terpencil dan jauh dari segala ingar-bingar urusan duniawi. Ia menenggelamkan diri dalam kesunyian dan terus berdoa pada Sang Pencipa, sampai akhirnya, ia meninggal dunia dalam kesunyian yang tiada tara. Disaksikan butiran-butiran abadi air terjun yang memantulkan cahaya matahari dan menciptakan pelangi, tangga warna dari Nirwana. Air yang turun deras dan memantulkan bianglala ini kemudian dikenal sebagai air suci ‘Tirta Sewana’. Air ini, dipercaya memiliki kelebihan luar biasa sehingga bisa menyembuhan orang sakit dan bisa membuat kita awet muda. ( sumber : gateofjava.wordpress.com )



Kali ini saya menceritakan perjalanan saya dan teman-teman ke Air Terjun Madakaripura dari Surabaya berbekal daya ingat jalan ke arah Gunung Bromo dan GPS. Sebelumnya salah satu dari rombongan saya yang  pernah ke Madakaripura jadi tidak perlu berputar-putar ( baca: nyasar ) untuk sampai di Lokasi.
Yang harus saya bagi disini ialah, perjalanan dari Pertigaan Tongas.  Perjalanan dari Tongas ke Madakaripura penuh dengan pemandangan bagus dan juga jalan yang tidak cukup nyaman. Tapi semua itu terbayar jika sudah sampai di pintu gerbang Madakaripura.

Dengan harga tiket masuk wisata Air Terjun Madakaripura sekitar Rp. 11.000/orang yang dikenakan oleh pihak Perhutani sebesar Rp. 6000/orang serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Probolinggo sebesar Rp. 5000/orang. Dari pintu gerbang ke arah Air Terjun masih agak jauh, kami harus melewati warung tenda yang merangkap sebagai lahan parkir dan tempat penitipan tas dan lainnya berjajar disisi kiri dan kanan jalan yang kami lalui. Di warung tenda tersebut juga menyediakan jas hujan plastik serta sendal jepit bagi wisatawan yang tidak membawa sendal. Kebetulan kami sudah prepare lengkap dari rumah jadi tidak perlu membeli lagi karena harga yang ditawarkan disana lumayan mahal.

Dari warung tenda kami mulai berjalan kaki di jalan setapak yang luar biasa memanjakan mata dengan pemandangan pohon-pohon besar serta udara yang segar dan melewati sungai-sungai, tapi tidak memanjakan kaki.
sisi kanan tebing dan sisi kiri sungai lengkap dengan bebatuannya




pemandangan di perjalanan menuju Air Terjun Madakaripura

jalan setapak di Air Terjun Madakaripura


kami sarankan anda menggunakan sendal gunung karena menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam anda akan merasakan dinginnya sekitar dan rintikan air seperti gerimis. Berhati-hatilah saat melintasi jalan setapak itu, terutama disaat basah.

jembatan menuju Air Terjun Madakaripura, keluar dari jembatan ini jalanya sedikit terjal dan tanah liat serta bebatuan alami.

Ditengah perjalan kami itu ( tepatnya setelah jembatan diatas )  beberapa orang menawarkan jasa guide lokal untuk memandu sampai di Air Terjun Utama. Kebijakan masing-masing dari wisatawan memakai jasanya atau tidak. Dan kebetulan kami memakai jasa itu untuk alasan keamanan dan membantu mengambil foto rombongan. Mereka tidak mematok harga untuk jasa yang mereka berikan. Untuk mencapai air terjun utama kami masih harus berjalan lebih jauh sedikit dan menaiki tebing yang cukup licin dan melingkar. Dan disana semua pengorbanan perjalanan akan terasa sirna dengan segala macam keindahan di depan mata.

Air Terjun Madakaripura di siang hari


Untuk waktu terbaik, kami sarankan sampai di lokasi ini ketika pagi hari. karena selain cuaca yang masih sejuk dan masih sepi pengunjung ( jadi bisa berfoto sepuasnya ), anda juga mempunyai waktu yang panjang untuk di lokasi air terjun. Dan sebisa mungkin jangan datang di saat musim hujan, karena air terjun utama ini terdapat aliran sungai yang dapat sewaktu-waktu berubah volume debit airnya. Bila hujan atau air sedang pasang, maka petugas akan menginformasikan untuk mengevakuasi para wisatawan di kawasan atau lokasi air terjun utama untuk meminimalisir bahaya yang tidak diinginkan. Besar kemungkinan untuk menutup lokasi air terjun utama pada saat debit air meningkat.

Pagi hari di Air Terjun Madakaripura

#note: pada saat anda meninggalkan barang-barang di warung tenda, harap jangan meninggalkan barang berharga. Karena tidak menutup kemungkinan bila barang-barang2 tersebut aman.